Niat & Tata Cara Mandi Wajib Lengkap Sesuai Tuntunan beserta Larangannya

Tata Cara Mandi Wajib – Mandi besar merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh kaum muslimin karena suatu sebab. Namun, tata cara mandi wajib yang baik dan benar seringkali dilupakan. Salah satu sebabnya adalah karena mandi ini adalah mandi yang tidak rutin dilaksanakan atau pada saat-saat tertentu saja sesudah adanya suatu sebab.

Terlebih aktifitas manusia seringkali amat padat dalam kesehariannya sehingga kurang memperhatikan mengenai cara mandi wajib yang benar sesuai dengan ajaran Islam. Tata cara mandi wajib sendiri sudah diajarkan berdasar pada hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah atau istri Nabi yang lainnya.

Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa mandi wajib adalah suatu ibadah tertutup yang tidak diketahui oleh orang kecuali Nabi dan istri beliau.

Untuk memudahkan pembelajaran Anda mengenai mandi wajib, maka berikut ini akan diulas mengenai tata cara mandi wajib dan berbagai hal yang berkaitan dengannya supaya umat muslim bisa melaksanakan dengan baik dan benar sesuai tuntunan syari’at. Berikut adalah ulasan lengkapnya sebagai rujukan Anda.

Pengertian Mandi Wajib

source: punesamachar

Sebelum mengulas lebih jauh mengenai tata cara mandi wajib, maka sebaiknya diulas terlebih dahulu mengenai pengertian dari mandi wajib itu sendiri. Mandi di dalam bahasa Arab berasal dari kata ghusl yang maknanya adalah mengalirkan. Istilah lain dari mandi wajib sendiri adalah mandi junub yang wajib dilakukan oleh seseorang ketika dalam keadaan junub.

Sementara definisi dari mandi wajib secara istilah adalah meratakan air ke seluruh anggota badan diawali dengan adanya niat untuk membersihkan hadas besar. Dengan melakukan mandi, seseorang akan merasa lebih nyaman dan percaya diri, entah itu untuk beribadah atau beraktifitas. Sementara tata cara dari mandi wajib sendiri adalah dengan mengikuti Nabi Muhammad saw.

Sesungguhnya, hukum dari mandi sendiri terbagi menjadi tiga, pertama adalah mandi wajib, kedua adalah mandi sunnah dan ketiga adalah mandi haram. Dan pada artikel ini nantinya hanya akan dibahas mengenai mandi wajib.

Tata Cara Mandi Wajib

source: KTIC Radio

Sesudah mengetahui pengertian dari mandi wajib, maka selanjutnya akan diulas mengenain tata cara mandi wajib. Mandi wajib berbeda dengan mandi biasa. Di dalam mandi wajib, ada tata cara yang harus diikuti oleh orang mukmin sehingga mandi tersebut benar-benar sah. Berikut ini adalah tata cara mandi wajib yang baik dan benar yang wajib untuk diketahui.

1. Niat Mandi Wajib

Tata cara mandi wajib yang pertama adalah dengan niat mandi wajib. Sebagaimana perbuatan apapun ditentukan oleh niatnya, maka begitu pula dengan mandi wajib. Mandi wajib tanpa disertai niat maka mandinya tidak sah sehingga harus mandi lagi.

Niat merupakan hal yang wajib dilakukan ketika mandi akan mandi wajib. Dan ini tentunya hal yang membedakan antara mandi biasa dengan mandi wajib.Niat saat mandi wajib juga boleh dilakukan di dalam hati. Pelafalannya juga boleh menggunakan bahasa Arab atau bahasa Indonesia.

2. Membasuh Kedua Tangan

Tata cara mandi wajib yang selanjutnya adalah dengan membasuh tangan. Membasuh tangan di sini disunnahkan sebanyak tiga kali supaya tangan Anda benar-benar terbersih dari najis.

3. Membersihkan Bagian Tubuh yang Kotor dengan Tangan Kiri

Langkah mandi wajib selanjutnya sesudah mencuci tangan adalah membersihkan bagian tubuh yang kotor dengan menggunakan tangan kiri.Di antara organ tubuh yang umumnya kotor adalah kemaluan, ketiak, dubur dan lain sebagainya.Pastikan Anda membersihkan bagian tubuh yang kotor tersebut hingga benar-benar bersih.

4. Mencuci Tangan dari Kotoran yang Tersisa

Sesudah membersihkan bagian tubuh yang kotor, maka selanjutnya adalah mencuci tangan. Hal itu dikarenakan sebelumnya dipakai untuk memegang dan membersihkan kemaluan sehingga usahakan untuk mencucinya dengan menggunakan sabun.

5. Berwudhu

Tata cara mandi wajib selanjutnya adalah dengan berwudhu. Ini adalah hal yang sifatnya sunnah dan sangat dianjurkan. Untuk tata cara wudhu sendiri adalah sama dengan wudhu biasa. Usahakan untuk melakukan wudhu secara sempurna dan dengan menggunakan tata cara yang benar.

6. Mengguyur Kepala dengan Air

Setelah berwudhu, tata cara selanjutnya saat mandi wajib adalah dengan mengguyur kepala sebanyak tiga kali benar-benar merata ke semua permukaan kulit. Usahakan untuk melakukan hal ini sampai semua anggota tubuh Anda basah dengan air.

7. Meratakan Air pada Rambut

Sesudah itu, Anda juga harus menyela-nyela rambut dengan menggunakan jari tangan secara menyilang. Tujuannya adalah supaya airnya benar-benar merata ke semua permukaan kulit rambut dan rambut pun menjadi benar-benar bersih.

8. Mengguyur Sekujur Tubuh dengan Air

Sesudah menyela-nyela bagian rambut, maka tata cara mandi wajib berikutnya adalah dengan mengguyur atau meratakan air ke semua anggota tubuh. Dalam hal ini disunnahkan untuk menduhukan anggota tubuh yang kanan dari pada yang kiri.

9. Memakai Sabun atau Shampo

Sesudah air benar-benar merata ke semua anggota tubuh Anda, maka selanjutnya bisa menggunakan sabun atau sampo untuk mencuci ulang bagian tubuh dan supaya tubuh menjadi semakin bersih dan segar.

10. Melakukan Bilasan Terakhir hingga Benar-benar Bersih

Sesudah itu, Anda hanya perlu membilas kembali seluruh bagian tubuh yang disabun sampai benar-benar bersih dengan menggunakan air yang suci dan mensucikan. Kewajiban melaksanakan tata cara mandi wajib tersebut adalah ketika seseorang berada dalam keadaa normal.

Namun, jika tidak ada air atau ada halangan untu mandi wajib, maka seseorang bisa melakukan tayamum sebagai ganti dari wudhunya. Misalnya saja Anda sedang sakit atau sedang berada di pesawat terbang, maka tayamum bisa dilakukan.

Yang dimaksud di atas adalah misalnya ada 400 an orang di dalam sebuah pesawat dan semuanya wudhu atau mandi, maka itu bisa membahayakan keselamatan dan penerbangan karena air yang terlalu banyak. Oleh karena itu, Anda yang sedang di pesawat bisa menggantikan mandi wajib tersebut dengan tayamum jika kondisinya memang tidak memungkinkan.

Hadits Tentang Mandi Wajib

Adapun Hadis Nabi mengenai tata cara mandi wajib adalah sebagai berikut ini:

  1. Hadis Pertama

Dari Aisyah ra dia berkata, “Bahwa jika Nabi Saw mandi junub, maka ia akan memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya terlebih dahulu.Kemudian melakukan wudhu sebagaimana wudhunya untuk melakukan ibadah shalat. Kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air lalu menyela bagian dasar dari rambutnya.

Hingga beliau menyangka bahwa air sudah sampai ke rambutnya.Dilanjutkan dengan menyiram air ke kepalanya dengan menggunakan kedua tangannya sampai dengan tiga kali.Kemudian beliau menyiram semua anggota tubuhnya (HR Bukhari Muslim)”.

  1. Hadis kedua

Aisyah ra berkata “Aku mandi bersama Rasul dari satu tempayan dan kmisamasama mengambil air dari tempayan itu (HR muslim)”.

  1. Hadis ketiga

Dari Mainuman binti Haritsra, ia mengatakan, “Aku menyiapkan air untuk Rasul SAW mandi junub. Kemudian ia menuangkan air tersebut menggunakan tangan kanannya di atas tangan kirinya sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian ia mencuci kemaluannya kemudian menggosokkan tangannya ke tanah atau ke tembok sebanyak dua atau tiga kali.

Kemudian beliau berkumur dan berintinsyaq dan kemudian mencuci muka dan dua tangan sampai dengan siku.Lalu beliau menyiram kepala dan menyiram semua bagian tubuhnya.Kemudian beliau mengambil tempat dan bergeser kemudian mencuci kedua kakinya.Lalu saya memberikan kepadanya kain namun beliau tidak menghendakinya. Kemudian beliau menyeka air tersebut dengan menggunakan kedua tangannya” (HR Bukhari Muslim).

Demikian adalah beberapa tata cara mandi wajib dari awal hingga akhir yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad Saw. Usahakan ketika Anda mandi wajib mengikuti langkah-langkah sebagaimana yang telah disebutkan di atas agar mandi wajib Anda menjadi sah dan sempurna.

Do’a dan Niat Mandi Wajib

source: aboutislam.net

Supaya mandi wajib diterima Allah SWT, maka mandi tersebut harus diniatkan. Tujuannya adalah agar semua amal Anda yang hendak dilakukan sesudah mandi wajib diterima Allah Swt. Sekalipun seseorang melakukan mandi wajib sebagaimana tata cara yang disebutkan di atas, namun tidak niat mandi untuk menghilangkan hadats besar.

Maka itu sama sekali tidak dicatat sebagai mandi wajib sehingga amal ibadah yang Anda lakukan sesudah mandi wajib tergolong tidak sah. Niat untuk mandi wajib sendiri sesungguhnya tidak harus diucapkan. Seseorang bisa meniatkannya di dalam hati untuk menghilangkan hadas besar.

Namun, beberapa ulama menetapkan lafal niat dari mandi wajib tersebut supaya kaum muslimin memiliki niat yang lebih baik dan sempurna untuk mandi wajib.Berikut ini adalah beberapa do’a dan niat mandi wajib.

  • Niat mandi wajib secara umum

Niat mandi wajib pertama ini adalah niat untuk mandi wajib secara umum saja.Artinya, ini bisa digunakan untuk berbagai sebab, baik itu nifas, haid, junub dan lain sebagainya. Adapun lafal niatnya adalah sebagai berikut:

“Nawaitu ghuslaliraf’Ihadatsilakbarifardhanlillahita’aala”

Artinya adalah: Aku berniat melaksanakan mandi wajib untuk tujuan menghilangkan hadas besar fardu karena Allah.

  • Niat mandi wajib sesudah haid

Setelah mengetahui niat mandi wajib secara umum, maka selanjutnya ini adalah niat mandi wajib sesuah haid. Artinya niat ini hanya bagi Anda kaum perempuan yang baru saja berhenti dari haid dan tentu saja tidak bisa digunakan untuk sebab yang lain. Adapun lafal niatnya adalah sebagai berikut ini.

“Nawaitu ghuslaliraf’ilhadatsilhaidhilillahita’ala”

Artinya adalah : Aku berniat mandi wajib untuk tujuan menghilangkan hadas haid karena Allah.

  • Niat mandi wajib sesudah nifas

Selain kedua niat di atas, selanjutnya juga akan diulas tentang bagaimana niat mandi wajib sesudah nifas. Nifas merupakan orang yang mengeluarkan darah sesudah melahirkan.Tentu saja ini hanya untuk seseorang yang baru nifas.Orang mandi wajib karena haid tidak bisa menggunakan niat ini.Adapun lafal niatnya adalah sebagai berikut.

“Nawaitu ghuslaliraf’ilhadatsilakbariminalnifaasifardhonlillahita’aala”

Artinya adalah : Aku berniat untuk mandi wajib untuk tujuan menghilangkan hadas besar dari nifas fardu karena Allah.

  • Niat mandi wajib sesudah berhubungan suami istri

Selanjutnya juga akan dibahas mengenai niat mandi wajib setelah berhubungan suami istri. Sesudah berhubungan suami istri, baik mengeluarkan mani ataupun tidak, kedua orang suami istri tersebut wajib melakukan mandi. Dan niatnya adalah sebagai berikut ini.

“Nawaitu ghuslaliraf’ilhadastilakbari ‘anjaami’ilbadaiilikhurujiimaniyyiminaljinabatifardhonlillaita’aala

Artinya adalah: Saya berniat melakukan mandi wajib untuk tujuan menghilangkan hadas besar dari seluruh tubuhku karena mani dari jinabatfardhu karena Allah.

Landasan Perintah Mandi Wajib

source: pinterest

Ajaran mandi wajib tidak serta merta tanpa ada landasan hukumnya. Juga tidak sebatas karena adanya tata cara mandi wajib di dalam Hadis Nabi. Melainkan karena ada landasan hukum atas perintah ini. Banyak orang yang ragu akan suatu hal, khususnya masalah agama jika tidak ditemukan landasan hukum atas perintah tersebut.

Oleh karena itu, perlu diulas secara detail mengenai landasan perintah mandi wajib dalam Islam agar dapat memantapkan hati umat muslim dalam menjalankan ajaran satu ini. Berikut adalah landasan perintah mandi wajib tersebut.

Perintah yang terdapat di dalam Surah Al-Maidah ayat 6 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu akan mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu, tanganmu sampai dengan siku-siku, dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan mata kaki.Dan apabila engkau dalam keadaan junub, maka mandilah.

Dan apabila engkau sakit atau sedang dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh wanita, maka engkau tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah dengan menggunakan tanah yang bersih.Sapulah muka dan juga tanganmu dengan tanah tersebut. Allah tidak akan menyulitkanmu namun Dia hendak membersihkan dan menyempurnakan nikmatNya kepadamu agar engkau bersyukur”

Landasan perintah mandi wajib selanjutnya ada pada surah Al-Nisa ayat 43 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah engkau mengerjakan shalat sementara engkau dalam keadaan mabuk sehingga engkau mengerti apa yang engkau ucapkan. Jangan pula engkau masuk masjid sementara engkau dalam keadaan junub, kecuali hanya sekedar berlalu sampai engkau mandi”

Hal Hal yang Menyebabkan Mandi Wajib

source: Loveheaven07

Selain beberapa ulasan yang diterangkan di atas, mulai dari pengertian, niat, tata cara, landasan hukum dan sebagainya mengenai mandi wajib, maka tidak kalah penting untuk diulas adalah hal-hal yang menyebabkan mandi wajib. Berikut ulasan selengkapnya.

Sesudah darah haid berhenti bagi perempuan

Hal yang menyebabkan mandi wajib pertama adalah sesudah darah haid berhenti bagi kaum wanita.Hal ini berdasarkan pada hadis Aisyah bahwa Nabi berkata kepada Fatimah Binti Abi Hubaisy,

“Jika engkau datang haid, sebaiknya engkau meninggalkan salat.Jika darah haidnya berhenti, hendaknya engkau mandi dan mendirikan salat” (HR Bukhari Muslim).

Sesudah darah nifas bagi perempuan

Hal yang menyebabkan mandi kedua adalah sesudah darah nifas untuk para perempuan. Untuk nifas sendiri hukumnya adalah sama dengan haid.

Keluarnya mani disertai syahwat

Keluar mani disertai syahwat menjadi menyebab seseorang harus melakukan mandi wajib yang ketiga. Penting untuk diketahui bahwa mani itu berbeda dengan wadi atau madzi. Berikut dalah perbedaan ketiga istilah tersebut.

  • Mani merupakan air yang keluar dari kelamin ketika seseorang mengalami orgasme. Baik itu orgasme disebabkan karena bersetubuh atau lantaran mimpi basah. Mani keluar dari memancar atau bahasanya muncrat yang disertai dengan aadanya syahwat yang memuncak. Sesudah mani keluar, biasanya badan seseorang akan cenderung terasa lemas. Mani mempunyai warna putih dan baunya cenderung khas seperti telur yang sudah kering. Jika ada tanda-tanda dari beberapa yang telah disebut itu, maka itu adalah cairan mani. Adapun sifat dari mani sendiri tidaklah najis namun ketika seseorang mengeluarkannya, maka wajib mandi.
  • Madzi adalah suatu cairan yang keluar dari alat kelamin seseorang lantaran syahwat yang bergejolak. Namun, syahwat yang dimiliki seseorang tersebut belumlah memuncak atau belum dikatakan sempurna. Dan keluarnya cairan ini sama sekali tidak menyebabkan lemas. Warna dari madzi sendiri adalah bening, encer dan lengket namun tidak berbau. Cairan ini masuk ke dalam jenis najis yang ringan. Dan jika cairan jenis ini keluar, maka puasa seseorang juga tidak akan batal dan cukup berwudhu untuk dapat mensucikannya.
  • Wadi merupakan suatu cairan yang keluar dari kelamin seseorang lantaran terlalu lelah atau angkat-angkat yang terlalu berat, terkadang cairan ini keluar ketika kencing. Untuk warnanya, cairan ini lebih ke putih, agak kental dan juga keruh. Wadi ini sebagaimana madzi yang masuk ke dalam golongan najis ringan. Sehingga Anda yang mengeluarkan ini tidak harus mandi namun cukup dengan berwudhu.

Kesimpulan yang bisa diambil adalah keluarnya mani menyebabkan wajib mandi. Namun jika yang keluar adalah madzi atau wadi, maka tidak wajib mandi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda benar-bener bisa membedakan mana yang mani dan mana yang bukan.

  • Sesudah berhubungan suami istri meski tidak keluar mani

Hal yang menyebabkan mandi selanjutnya adalah sesudah berhubungan suami istri sekalipun tidak mengeluarkan mani. Hal ini berdasarkan pada Hadis Nabi yang diriwayatkan Abu Hurairahra yang artinya:

Nabi Bersabda “Jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya atau dalam arti menyetubuhi istrinya. Lalu bersungguh-sungguh kepadanya. Maka baginya wajib mandi” (HR Bukhari)

Dan sekalipun tiak keluar mani, namun orang yang berhubungan badan tetap harus mandi. Hal ini berdasarkan pada Hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah.

“Seorang lelaki bertanya kepada Rasul, mengenai seorang lelaki yang menyetubuhi istrinya namun tidak sampai keluar mani. Apakah keduanya wajib mandi? Saat itu Aisyah sedang duduk di sampping, maka Rasul bersabd, ‘aku sendiri pernah bersetubuh dengan wanita ini namun tidak keluar mani kemudian aku mandi’ (HR Muslim)”

  • Orang kafir yang baru masuk Islam (Mualaf)

Hal yang mewajibkan mandi selanjutnya adalah orang kafir yang baru masuk Islam atau biasa dikenal dengan mualaf. Hal ini berdasarkan pada Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Qais Bin Ashim Ra yang artinya:

“Beliau masuk Islam, lantas Nabi memerintahkan kepadanya untuk mandi dengan menggunakan air dan daun bidara” (HR Nasa’i)

  • Ketika meninggal dunia

Saat seseorang meninggal dunia, maka ia wajib mandi, namun mandinya dilakukan oleh orang lain. Adapun hukum untuk memandikan mayit adalah fardhu kifayah. Artinya, ketika sudah dilakukan oleh beberapa orang, maka kewajiban tersebut gugur bagi yang lain. Hal ini berdasarkan pada perintah Nabi kepada Ummu ‘Athiyah dan para wanita yang melayat untuk memandingan mayat anaknya.

“Mandikanlah dengan memakai air yang dicampur dengan daun bidara sebanyak tiga kali lima kali atau bahkan lebih dari itu jika dianggap perlu. Dan jadikanlah yang terakhir dengan kafur barus (wewangian)” (HR Bukhari).

Tiap muslim yang mati wajib untuk dimandikan. Baik itu muslim laki-laki atau perempuan. Baik itu yang muda atau yang tua. Adapun muslim yang tidak perlu dimandikan ketika mati adalah yang mati dalam keadaan syahid.

  • Bayi yang meninggal atau keguguran namun sudah memiliki ruh

Hal yang menyebabkan mandi selanjutnya adalah bayi yang keguguran namun sudah memiliki ruh.Dan berdasarkan sebuah hadis dan juga ilmu medis, ruhakan ditiupkan kepada bayi pada usia kehamilan di atas 120 hari atau empat bulan.

Hal Hal yang Dilarang Ketika Belum Mandi Wajib

source: Photocase

Orang-orang yang mengalami penyebab wajib mandi di atas namun belum mandi besar dilarang melakukan beberapa hal sampai ia benar-benar sudah mandi besar. Berikut adalah beberapa hal yang dilarang ketika seseorang belum mandi wajib.

1. Menyentuh dan membaca Al-Qur’an

Larangan pertama bagi orang yang belum mandi wajib adalah menyentuh dan membaca al-Qur’an.Mayoritas ulama’ menyepakati bahwa menyentuh Al-Qur’an ketika seseorang sedang dalam keadaan hadas besar merupakan sesuatu yang dilarang.Selain menyentuh Al-Qur’an, membacanya juga merupakan sesuatu yang dilarang kecuali sekedar membaca isti’adzah dan sejenisnya. Hal ini berdasarkan pada hadis Nabi,

“Janganlah wanita yang dalam keadaan haid atau junub membaca sesuatu dari Al-Qur’an” (HR Tirmidzi).

2. Dilarang melakukan shalat

Larangan bagi seseorang yang dalam keadaan berhadas besar namun belum mandi selanjutnya adalah melakukan shalat, baik itu berupa shalat wajib atau shalatsunnah. Larangan ini berdasarkan pada QS Al-Nisa ayat 43:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah engkau salah sementara engkau dalam keadaan mabuk, sehingga engkau menjadi mengerti akan apa yang diucapkan. Jangan pula masuk ke masjid sementara engkau dalam keadaan junub, kecuali sekedar berlalu sampai kamu mandi”

3. Berdiam diri di masjid

Selanjutnya ketika Anda dalam keadaan berhadas besar dan belum melakukan mandi, maka dilarang untuk berdiam diri di masjid.Adapun landasan dari larangan ini sama dengan surat Al-Qur’an di atas, yakni terdapat di QS Al-Nisa ayat 43.

4. Dilarang melakukan puasa

Selain itu, seseorang yang belum mandi wajib juga tidak boleh melakukan ibadah puasa, baik itu puasa wajib atau puasa sunnah. Adapun larangan ini ditujukan bagi seseorang yang mengalami haid dan nifas.

5. Dilarang tawaf

Para ulama sepakat bahwa seseorang yang selesai berhadas namun belum mandi dilarang melakukan tawaf yang menjadi salah satu rukun haji.

6. Dilarang dicerai atau talak

Hal yang dilarang selanjutnya bagi seseorang yang selesai berhadas namun belum mandi adalah dicerai atau ditalak.Maka bagi seorang suami yang hendak mentalak istrinya, maka tidak boleh ketika sedang dalam keadaan hadas dan belum mandi.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Tata Cara Mandi Wajib

source: Postic & Bates

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh Anda yang kebetulan melaksanakan mandi wajib, berikut ulasan selengkapnya:

  • Mandi wajib harus menggunakan air mutlak atau yang suci. Yaitu sejenis air yang masih belum bercampur dengan berbagai hal lain dan masih benar-benar murni.
  • Mandi wajib sesungguhnya sudah menggantikan wudhu. Hal ini berdasarkan Hadis Rasul bahwa beliau tidak wudhu sesudah mandi wajib.
  • Semua anggota tubuh harus terkena air secara merata.
  • Menutup aurat dari semua pandangan manusia. Maka, saat mandi wajib hendaknya dilakukan di tempat yang tertutup.
  • Tidak boleh menutup kepala ketika mandi.

Demikianlah ulasan tentang tata cara mandi wajib yang bisa dijadikan sebagai tambahan pengetahuan Anda. Dengan mengetahui tata cara mandi wajib, seseorang bisa melakukan perintah agama dengan baik dan benar sesuai yang telah diajarkan Nabi. Semoga artikel di atas bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *